Berkenalan dengan Bakso Bangjo

Mei 4, 2014

Di hutan kulihat dua cabang jalan. Kuambil jalan yang jarang dilalui orang. Dan itulah yang membuat segala perbedaan (Robert Frost)

Quote di atas dipilih dan dihadiahkan oleh Bakso Bangjo untuk anda, sebagai penambah inspirasi yang mudah-mudahan bermanfaat dan menambah semangat dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Apakah Bakso Bangjo itu?

Bakso Malang Tujuh Warna yang Ngangeni!

Rasanya julukan unik itu pas buat Bakso Bangjo yang merupakan racikan bakso malang komplit yang terdiri atas Bakso Halus, Bakso Urat, Bakso Tahu Pong, Bakso Tahu Putih, Pangsit Basah , Bakso Goreng, dan Pangsit Goreng plus Mie.

bakso komplit

Wow! Baksonya rombongan dan banyak banget jenisnya yah?. Itu semua didesain untuk memuaskan selera anda akan bakso malang yang komplit dengan citarasa yang berkelas.

mangkok bakso

Situs Bakso Bangjo berada di Jl. Jendral Sudirman 154 Bantul,  sekitar 500 meter sebelah selatan Pasar Bantul. Jika dari arah Kota Jogja sekitar 10 Km dari Pojok Beteng Kulon ke arah selatan. Berada tepat di pinggir jalan protokol sehingga mudah ditemukan.

 

bakso bangjo12

Teman-teman bisa mengajak sahabat untuk menikmati bakso malang komplet yang dibuat dengan bahan-bahan pilihan dan racikan bumbu yang ngangeni. Semua itu bisa didapat dengan harga yang rasional, dan ukuran porsinya lumayan untuk membuat perut kenyang. Bakso Bangjo juga melayani pesanan untuk acara yang akan teman-teman selenggarakan. So, kami tunggu kedatangan teman-teman.

Info lebih lanjut tentang Bakso Bangjo bisa SMS ke 0813 2660 9669

 

Gambar

 


Cerita Lucu Basa Jawa: Ujian SNMPTN Gampang Banget!

Juni 10, 2012

WIWI: Soal ujian SNMPTN gampang banget Bu! Aku mesti lolos iki!

IBU: Hooh po? Awakmu iso nggarap tenan po?

WIWI: Sipilitik Bu! Malah aku kur butuh wektu limolas menit wis rampung kabeh!

IBU: Wah ampuh tenan kowe!. Ibu melu bungah iki!

WIWI: Ning aku gumun karo peserta liyane Bu?

IBU: Lha ngapa tho? Do suwi-suwi le nggarap soal yah?

WIWI: Ora Bu!. Ning pesertane isih dho cilik-cilik ki!

IBU: Wiii wiii rak wis tak wanti-wanti takon ndisik karo sing jaga ujian! Kowe mesti salah mlebu SD cedak lokasi ujianmu kuwi…

 


Cerita Lucu Basa Jawa: Endog Bebek vs Endog Pitik

April 20, 2012

BEBEK: Tik, endogmu dituku piro karo bakule endog?

PITIK:  Siji regane sewu, nek endogmu piro tho?

BEBEK: Sewu limangatus

PITIK: Loh kok iso luwih larang, merga luwih gedhe pa?

BEBEK:  Ora merga ukurane kok.

PITIK: Merga rasane luwih enak pa?

BEBEK: Kethoke ya ora, wong ana sing luwih seneng mangan endog pitik kok

PITIK: Sebape apa yah?

BEBEK: Menurut aku sebape endogmu ora dicat ndisik ning wetengmu dadi rupane putih coklat. Beda karo endogku sing ndadak dicat biru ndisik ning jero weteng, dadi ya regane luwih larang


Cerita Lucu Jawa: Ujian Nasional

April 14, 2012

IBU: Andi sesuk ujian kok malah nonton TV?

ANDI:  Lah Ibu kok ya melu nonton TV

IBU: Aku rak ora ujian!

ANDI:  Nek Ibu pasa kok aku ora etuk mangan neng ngarepe Ibu? Bedane apa?

IBU: Wah cah iki ngeyel tenan! Ya uwis TV-ne tak pateni wae

ANDI:  Nah ini baru namanya Ibu Teladan. Mbok sisan ngewangi aku goleki jawaban soal-soal latihan Bu. Bukune akeh banget je.

IBU: Ya wis kene-kene tak ewangi! Wah aku rasido nonton sinetron, malah dadi sinau matematika iki….

 

 


Makanan Enak Saja Tidak Cukup

April 14, 2012

Kartika dan Doni baru saja lulus dari Sekolah Masak. Keduanya sama-sama tertantang untuk membuka bisnis bakso. Selain terampil, kedua orang itu juga terkenal sebagai orang yang suka bekerja keras sehingga banyak teman-temannya sudah menduga warung bakso mereka akan maju pesat. Terutama warung Doni, karena Doni terkenal jago masak diantara teman-temannya. Masakan Doni gak ada duanya di kampusnya.

Bakso buatan Doni sangat enak, jauh lebih enak daripada bakso milik Kartika yang sebanarnya rasanya sudah cukup enak. Teman-temannya rata-rata mengira warung bakso Doni akan lebih laku daripada punya Kartika.  Tapi ternyata kenyataan berkata lain. Warung bakso Kartika lebih laku dibanding Doni. Kartika telah membuka satu cabang dalam waktu tiga tahun. Semua itu berhasil dilakukan dengan usaha dan kerja keras yang relatif sama dengan yang dilakukan Doni.

Mengapa?

Karena walaupun Doni baksonya sangat enak, dia sangat pasif dalam pemasaran. Dia cukup puas dengan warungya yang letaknya bukan di dekat keramaian. Pengunjung bakso Doni sebagian besar mendapatkan info dari mulut ke mulut. Mereka rata-rata penggemar bakso yang mengutamakan rasa. Letak yang jauh dan nama warung yang tidak terkenal bukan hal yang penting bagi mereka. Hanya saja penggemar berat bakso ini jumlahnya relatif sedikit dibanding masyarakat umum yang datang ke warung Kartika.

Orang banyak datang ke warung bakso Kartika karena mereka mengenal warung itu. Kartika rajin berpromosi. Dia datang ke rumah-rumah orang untuk menyelipkan brosur warung baksonya agar dikenal masyarakat sekitar. Dia juga rajin menjadi sponsor pada acara-acara yang digelar masyarakat sekitar warung baksonya sehingga nama warung baksonya cepat dikenal. Dari acara gerak jalan sampai donor darah dan karnaval 17 agustus tak luput dari ajang promosi Kartika.

Setahun setelah berdiri, Kartika mulai melangkah untuk berani pasang promosi ke tempat-tempat yang agak jauh karena baksonya telah cukup dikenal di daerahnya.  Berkat promosi tersebut warung baksonya cepat dikenal dan menjadi rujukan masyarakat umum. Rasa baksonya cukup enak, dan orang cukup puas dengan rasa tersebut. Mereka tidak tertarik berburu bakso rasa istimewa seperti punya Doni.

Rasa enak tidak cukup. Rasa generik dengan promosi yang bagus ternyata meraup lebih banyak konsumen dibanding rasa luar biasa enak tapi kurang dikenal masyarakat. Mungkin karena warung bakso sedemikian banyaknya sehingga Warung Bakso Doni yang sepi promosi walaupun rasanya istimewa akan terlewatkan dari perhatian para penikmat bakso.

 


Puisi Ulang Tahun Bahasa Jawa: Ora Tau Kasepen

Februari 5, 2012

Sakmenika ing papan punika
sira nyalira tanpa kanca
sepi  tan ana swara
jagongan karo bayangan
kekancan karo gawean
nanging semangatmu gawe meri
kerja kerasmu nggegirisi
sikil-sikil nggo sirah
sirah-sirah nggo sikil
anggayuh cita-cita kang mulya

Punika dalan urip pilihanira
sing ora tau ngrasakke kasepen,
tumrapira kekancan ora ateges
kudu terus bebarengan
Senajan kekancan ora papa
upami  dhewekan

Gegayuhanira mesthine beda
karo cita-cita rencangira
Senajan atinira cumaket
bebasna raganira pisah papan
berkorban demi anggayuh impian
kanthi kerja keras raga lan pikiran
dilambari bungahe ati

Haturaken sugeng tanggap warsa,
muga-muga cita-citanira,
dikabulke Allah kang maha kuasa
(bakso bangjo)


Cerita Si Kancil Mencuri Timun

Januari 1, 2012

Lelah berjalan jauh Si Kancil memutuskan beristirahat di sebuah dangau yang berada di tengah rimbunan kebun ketimun.  Hari ini senja  hari terakhir tahun 2011, besok adalah tahun 2012. Si Kancil duduk termenung memikirkan perjalanannya kali ini menuju Hutan Palbapang yang konon kabarnya lebih subur dibanding Hutan Pegunungan Kapur Selarong yang selama ini ditinggalinya.

Ketika dilihatnya betapa suburnya tanaman ketimun di kebun ini, maka terbitlah harapan Si Kancil akan kebenaran kabar itu. Jarak Hutan Palbapang tidak seberapa jauh lagi, dus berarti kesuburan tanahnya tidak akan jauh beda dengan kebun ini. Mudah-mudahan dirinya tidak lagi kesulitan mencari makanan seperti yang dialaminya di Pegunungan Kapur  yang kurang subur.

Mentari telah hilang di cakrawala dan malam mulai menggeser hadirnya senja, ketika Si Kancil memutuskan untuk bermalam di kebun ketimun sebelum melanjutkan perjalanan. Sambil matanya kriyip-kriyip menjelang tidur diamatinya kebun timun ini. Puluhan buah ketimun segar tampak bergelantungan di batang-batang tanaman. Tanaman ketimun berjajar rapi bak sedang berbaris pertanda kebun ini ditanam dengan teliti oleh pemiliknya.

Daun-daun kering berserakan di dasar kebun menunjukkan saat ini sedang musim kering sehingga onggokan daun kering yang rontok dari pohon-pohon sekitarnya menggunduk di kebun ketimun.  Dilihatnya ada sosok tubuh orang-orangan yang diberi baju dan topi, tentu boneka  ini untuk menakut-nakuti hama pengganggu ketimun.

Si Kancil mengamati orang-orangan tersebut. Boneka kayu itu terkesan dibuat asal-asalan.Bajunya sobek-sobek dan topinya juga sudah bolong besar di belakangnya. “Tapi mungkin sudah cukup untuk menakut-nakuti para pencuri”  pikir Si Kancil. Maka Si Kancil memutuskan untuk tidur sambil sesekali melirik orang-orangan yang menggelikan itu.

++ —-++

“Duaaaaaarrrrrrr……..” terdengar bunyi memekakkan telinga di tengah malam. Serentetan letusan kembang api nampak bersinar terang di angkasa. Si Kancil kaget dan terbangun sampai melompat dari pembaringannya.

Dikucek-kucek matanya sebelum akhirnya dirinya menyadari ada pesta kembang api menyambut tahun baru di desa  sebelah. Luncuran-luncuiran bunga api nampak merona merah di langit malam yang hitam kelam. Rupanya saat ini sudah lewat jam dua belas malam tanda pergantian tahun. Duh Si Kancil duduk sejenak sambil meraba dadanya yang berdebar kencang saking kagetnya.

Baru saja Si Kancil berhasil menenangkan diri, tiba-tiba terlihat satu kembang api nyasar meluncur menuju kebun itu. Si Kancil kaget setengah mati melihat kembang api itu nyangkut di tubuh orang-orangan. Dengan pijar apinya yang terang benderang itu maka sebentar lagi orang-orangan itu akan terbakar. Jika dia terbakar maka daun-daun kering di dasar kebun akan ikut terbakar. Itu artinya kebun ketimun ini akan musnah dimakan api.

Si Kancil buru-buru mematahkan ranting pohon nangka yang penuh daun-daunan untuk digunakan memadamkan api. Dia lari mendekati orang-orangan itu dan memukuli api yang sedang menyala dengan ranting penuh daun tersebut hingga akhirnya berhasil dipadamkan. Betapa lega hatinya. Dirinya berhasil mencegah rusaknya tanaman ketimun.

Kemudian Si Kancil mencoba menyentuh orang-orangan itu untuk memastikan sudah tidak ada nyala api lagi. Tapi sial. Tangannya justru melekat pada orang-orangan.  Saat dia mencoba menggunakan tangan yang satru lagi, malahan tangan itu ikut juga melekat. Saat Si Kancil mencoba mendorong orang-orangan dengan kepalanya untuk membantu melepaskan kedua tangannya,  justru kepalanya ikut melekat di orang-orangan sawah.

Sadarlah Si Kancil bahwa tujuan orang-orangan ini bukan untuk menakut-nakuti hama tetapi untuk menjebak mereka dengan melumuri orang-orangan dengan lem UHU yang sangat lengket. Jadilah Si Kancil semalaman harus melekat pada tubun orang-orangan itu — sampai keesokan harinya ditemukan oleh Pak Tani.

++—++

Sia-sia saja  Kancil mencoba menjelaskan apa yang telah terjadi. Pak Tani tidak percaya sama sekali. Dia bukannya berterimakasih tetapi malahan menuduh Kancil hendak mencuri ketimunnya.  Pak Tani bahkan telah menetapkan hukuman untuk Kancil, yaitu dijadikan Sate Kancil nanti malam. Sebelum dibuat sate, Kancil dimasukkan di kurungan ayam di halaman rumah.

Untunglah Anjing Gembala milik Pak Tani mau mempercayai cerita Kancil dan bersedia membantu membebaskan  Kancil dari hukuman. Maka Kancil yang terkenal panjang akal ini bertekad menukar kebebasannya dengan ide yang bermanfaat bagi Pak Tani. “Pastilah Pak Tani tertarik dengan ide-ide baru untuk memperbaiki tanah pertaniannya” kata Kancil dalam hati.

“Coba tawarkan pada Pak Tani, aku punya cara gampang untuk mengamankan kebun ketimunnya. Aku akan memberitahukan cara itu dengan syarat aku dibebaskan” kata Kancil pada Anjing Gembala.

Si Anjing Gembala dengan senang hati datang kepada Pak Tani menyampaikan tawaran Kancil. Dalam pikirannya ide  Kancil itu akan bermanfaat juga bagi dirinya, karena selama ini Pak Tani terkadang memaksa dirinya berjaga di kebun ketimun di malam hari. Sementara siang harinya dirinya telah lelah mengawal kawanan domba milik Pak Tani yang  merumput di pinggir hutan.

Pak Tani tidak langsung menyetujui tawaran  Kancil. Namun Si Anjing Gembala tahu persis istri Pak Tani suka meminta berkali-kali sebelum akhirnya permintaannya dikabulkan.  Jadi dia ingin meniru cara istri Pak Tani. Tanpa mengenal lelah Anjing Gembala bolak-balik mendatangi Pak Tani. Dia juga membumbui  tawaran Kancil dengan aneka manfaat yang akan diperoleh Pak Tani bila mengikuti saran-saran itu. Akhirnya Pak Tani luluh juga dan mau bertemu  Kancil walaupun disertai dengan sedikit ancaman.

“Awas kalo dia menipu aku, langsung aku buat sate siang ini juga!” ujar Pak Tani

Setelah Pak Tani mendatangi dirinya,  Kancil mulai menguraikan idenya untuk melindungi kebun ketimun dari serangan hama binatang.  Kancil melihat ada sungai kecil di dekat kebun ketimun. Pak Tani disarankan membuat parit yang agak dalam di sekeliling kebun, dan membuat jembatan dari kayu yang bisa diangkat di malam hari agar tidak ada binatang yang bisa menyeberangi parit itu.

Pak Tani tersenyum mendengar ide sederhana itu. Sesuatu yang sederhana dan mudah dilakukan tetapi selama ini tidak pernah terpikirkan oleh dirinya. Jika dia membuat dinding parit itu tegak lurus, maka tak akan ada binatang hama yang bisa menyeberang sekalipun hewan itu bisa berenang karena binatang itu akan kesulitan memanjat dinding parit yang tegak lurus. “Ide yang sederhana namun cemerlang”  pikir Pak Tani.

Maka siang itu Pak Tani melepaskan  Kancil dari kandangnya. Dia bahkan memberi bekal satu karung ketimun pada  Kancil untuk persediaan makanan  Kancil selama perjalanan menuju Hutan Palbapang.  Kancil melanjutkan perjalanan setelah mengucapkan terimakasih atas bantuan Anjing Gembala yang telah membantunya lepas dari hukuman Pak Tani (BaksoBangjo-2012)

Gambar diambil dari eol.org