Makanan Enak Saja Tidak Cukup

April 14, 2012

Kartika dan Doni baru saja lulus dari Sekolah Masak. Keduanya sama-sama tertantang untuk membuka bisnis bakso. Selain terampil, kedua orang itu juga terkenal sebagai orang yang suka bekerja keras sehingga banyak teman-temannya sudah menduga warung bakso mereka akan maju pesat. Terutama warung Doni, karena Doni terkenal jago masak diantara teman-temannya. Masakan Doni gak ada duanya di kampusnya.

Bakso buatan Doni sangat enak, jauh lebih enak daripada bakso milik Kartika yang sebanarnya rasanya sudah cukup enak. Teman-temannya rata-rata mengira warung bakso Doni akan lebih laku daripada punya Kartika.  Tapi ternyata kenyataan berkata lain. Warung bakso Kartika lebih laku dibanding Doni. Kartika telah membuka satu cabang dalam waktu tiga tahun. Semua itu berhasil dilakukan dengan usaha dan kerja keras yang relatif sama dengan yang dilakukan Doni.

Mengapa?

Karena walaupun Doni baksonya sangat enak, dia sangat pasif dalam pemasaran. Dia cukup puas dengan warungya yang letaknya bukan di dekat keramaian. Pengunjung bakso Doni sebagian besar mendapatkan info dari mulut ke mulut. Mereka rata-rata penggemar bakso yang mengutamakan rasa. Letak yang jauh dan nama warung yang tidak terkenal bukan hal yang penting bagi mereka. Hanya saja penggemar berat bakso ini jumlahnya relatif sedikit dibanding masyarakat umum yang datang ke warung Kartika.

Orang banyak datang ke warung bakso Kartika karena mereka mengenal warung itu. Kartika rajin berpromosi. Dia datang ke rumah-rumah orang untuk menyelipkan brosur warung baksonya agar dikenal masyarakat sekitar. Dia juga rajin menjadi sponsor pada acara-acara yang digelar masyarakat sekitar warung baksonya sehingga nama warung baksonya cepat dikenal. Dari acara gerak jalan sampai donor darah dan karnaval 17 agustus tak luput dari ajang promosi Kartika.

Setahun setelah berdiri, Kartika mulai melangkah untuk berani pasang promosi ke tempat-tempat yang agak jauh karena baksonya telah cukup dikenal di daerahnya.  Berkat promosi tersebut warung baksonya cepat dikenal dan menjadi rujukan masyarakat umum. Rasa baksonya cukup enak, dan orang cukup puas dengan rasa tersebut. Mereka tidak tertarik berburu bakso rasa istimewa seperti punya Doni.

Rasa enak tidak cukup. Rasa generik dengan promosi yang bagus ternyata meraup lebih banyak konsumen dibanding rasa luar biasa enak tapi kurang dikenal masyarakat. Mungkin karena warung bakso sedemikian banyaknya sehingga Warung Bakso Doni yang sepi promosi walaupun rasanya istimewa akan terlewatkan dari perhatian para penikmat bakso.

 


Lesehan Lapangan Paseban Bantul

Oktober 16, 2008

Sehabis lebaran kemarin, saya nyobain makan sate sapi di Lapangan Paseban, depan Kompleks Parasamya, Bantul. Tepi Lapangan Paseban itu kini setiap malam menjadi tempat wisata kuliner yang mengasyikkan. Menikmati makan malam sambil bisa melihat langit tanpa terhalang gedung dan pepohonan dalam suasana yang relatif tidak ramai oleh lalu lalang kendaraan.

Duduk lesehan dengan tikar di tepi lapangan rumput, saya menikmati pesanan wedang ronde, disusul sate sapi dan kemudian teh tubruk. Sate sapinya enak, gurih dan empuk. Dipadu dengan nasi plus sayur lodeh yang menjadi pendampingnya, terasa pas di lidah. Yang lebih mengejutkan lagi adalah teh tubruk. Teh tubruk yang saya pesan ternyata gulanya pakai gula batu! Wowww! Teh tubruk pake gula batu! Kereeen banget! Sebuah kejutan yang tidak saya duga. Nah, bagi teman-teman yang ingin merasakan teh tubruk pake gula batu, boleh nyobain datang ke Lapangan Paseban. Sate sapinya juga enak kok!

Baca entri selengkapnya »


Tahu Stick di Gramedia BIP

Oktober 14, 2008

Kemarin sore sewaktu lagi di Gramedia BIP saya mampir ke counter makanan yang jualan tahu goreng dengan bumbu. Saya memilih tahu berbentuk stick (ada juga tahu berbentuk lain, seperti tahu kotak). Sebelum digoreng, tahu tersebut telah dilumuri dengan semacam tepung, kemudian di masukkan ke wajan penggorengan.

Setelah digoreng tahu stick diberi bumbu. Ada beberapa pilihan bumbu, diantaranya rasa keju dan klo gak salah ada juga rasa barbeque corn. Saya memilih bumbu rasa keju. Disamping bumbu rasa keju, tahu stick juga diberi saus dan mayonaise. Jadilah paket makanan tahu stick yang renyah plus bumbu yang terasa asam manis di lidah.

Gimana rasanya? Tahu stick berbumbu tersebut terasa renyah, gurih & paduan bumbu-bumbu yang terasa asam-manis itu membuatnya lebih enak lagi. Rasanya okey sebagai makanan ringan atau buat kita ketika lagi gak pengen makan nasi. Hitung-hitung sebagai variasi dari makanan ringan yang selama ini kita konsumsi. Sayangnya saya tidak memotretnya untuk diupload disini. Nah, demikian sekilas pengalaman kuliner sore kemarin, barangkali ada yang tertarik merasakannya atau bahkan membuatnya sendiri di rumah?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.